Tuesday, March 29, 2011

Kampanye ASI yuk..

Sejak patah hati sama RS yang memberikan sufor di hari pertama buat baby-nya teman saya, saya jadi melek bahwa ternyata kampanye untuk pemberian ASI bagi bayi2 di Indonesia masih memprihatinkan.
Saya gak mau sih disebut ASINazi, yang mengkampanyekan kebaikan ASI dengan tidak pake etika atau menjelekan yang tidak bisa/tidak mau memberkan ASI. Mudah2an jangan sampai kebablasan. Saya masih berpikiran kalau semua berpulang kepada orangtua masing, Saya cuma concern agar para orangtua mengerti dulu apa pentingnya ASI dan mencobanya. Setelah itu semua kembali kepada keyakinan masing2 dan 'kenyataan' apakah kita mampu menyusui/tidak. Jadi kalau di timeline twitter saya dalam sehari ada 1 atau 2 yang menyinggung soal ASI, anggaplah itu bagian dari kampanye kecil saya, tapi kalo dengan ini disinisin jg, ya gapapa saya terima.. *nunduk* Biasanyanya sih memang yang bersuara lantang soal ASI kepada ibu yg baru melahirkan suka dianggap mau ikut campur, kalo buat saya niatnya bukan itu tp memotivasi untuk memberikan ASI.

Hari ini di Manhattan Hotel ada seminar tentang Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi. Saya baca di media elektronik beberapa point yang dibahas cukup menarik dan layak untuk di-share lagi. Saya mau coba rangkum ya.. (via detikhealth)

* Kandungan dari susu manusia dan susu sapi itu berbeda. Pada susu sapi kadar proteinnya lebih tinggi yaitu 3,4 persen, sedangkan susu manusia hanya 0,9 persen. Kadar laktosa di dalam susu manusia lebih besar yaitu 7 persen sedangkan di dalam susu sapi sebesar 4,8 persen.
* Laktosa sangat penting dalam proses pembentukan myelin otak. Myelin ini berfungsi untuk mengantarkan rangsangan yang diterima oleh bayi. Saat menyusu rangsangan yang diterima oleh si kecil seperti mencium bau ibunya serta mendengar dan merasakan napas sang ibu.
* Sedangkan pada susu sapi kandungan yang paling tingginya adalah protein yang berfungsi membantu pembentukan otot karena sapi memang membutuhkan otot yang kuat seperti untuk bergerak atau membajak sawah.
* Laktosa yang tinggi pada bayi yang baru lahir kadang bisa menyebabkan diare, tapi kondisi ini merupakan suatu hal yang normal atau fisiologis sehingga ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI. Jika diare disebabkan oleh fisiologis, maka berat badannya tidak akan turun. Jadi selama berat badannya tidak berkurang, ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI dan normalnya bayi bisa buang air besar sebanyak 10-15 kali sehari.
* Manfaat lain dari ASI yang tidak didapatkan dari susu formula adalah kandungan kolostrum yang keluar di awal-awal menyusu. Kolostrum yang keluar saat bayi menyusu mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI.
* Keberhasilan ibu menyusui untuk terus memberikan ASI pada bayinya sangat ditentukan oleh dukungan dari suami, keluarga, petugas kesehatan, masyarakat serta lingkungan kerjanya.
"Menyusui merupakan suatu proses keseimbangan yang melibatkan tiga orang yaitu ibu, bayi dan ayahnya. Karena itu peran ayah sangat berarti dalam hal keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan atau sampai 2 tahun," ujar dr Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC.
Karena itu dr Utami menuturkan bahwa seorang ayah juga punya power (kekuatan) untuk menyehatkan anaknya dan berperan dalam proses menyusui (breastfeeding father).
* "Diperkirakan setiap jam ada 17 bayi yang meninggal dan ini sangat memprihatikan. Angka-angka ini bukan sekedar statistik semata tapi menunjukkan nyawa yang sebenarnya bisa diselamatkan." ujar dr Budiharja. Kondisi ini bisa dihindari dan dicegah, salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif. Karena itu dr Budiharja menambahkan bahwa ASI eksklusif bukan main-main dan betul-betul bisa mengurangi kematian bayi secara bermakna.
* Hambatan yang dihadapi dalam pemberian ASI eksklusif ini adalah maraknya promosi dari susu formula sehingga promosi ASI ini masih kalah jauh, serta kurangnya fasilitas bagi ibu yang bekerja untuk menyusui atau memerah ASInya.
* Lagi-lagi pemberian ASI bukan hanya persoalan kaum perempuan saja, tapi laki-laki juga memiliki peran dan bisa memberikan spirit sebagai agen perubahan (agent of change).

Mudah2an beberapa point ini bisa membuat setiap ibu tergerak hatinya untuk mau memberikan ASI. Saat ini di data yang tercatat, baru 15,3% bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif (6 bulan pertama). Bagi ibu (dan bapak) yang dengan berbagai alasan gagal dalam pengalamannya memberi ASI, jangan patah semangat (untuk anak selanjutnya dong :-p) dan gak akan ada alasan kami yang kebetulan bisa memberikan ASI memusuhi kalian. Sama aja anak yg krn satu hal terpaksa minum sufor dgn anak ASI, sama2 akan cape ngejarnya kalo udah bisa lari *fiuh* Dalam hal lain, pasti ada yang kalian lebih baik & lebih beruntung.
Meminjam quote Moza Pramita : yuk coba me-marketing-kan ASI, imbalannya? Kepuasan luar biasa.
pic taken from here.

Rumah Air, Bogor

Beberapa waktu yang lalu kita iseng ke Bogor buat refreshing. Tempat yang dituju adalah Rumah Air. Kita siap banget kalau disana akan rame, soalnya hari Minggu dan kita berangkat agak siang, dipastikan sampe sana pas banget makan siang. Bener kan, untuk makan aja kita mesti antri tempat. Saya tulis nama dan nunggu sambil liat2 suasana. Udah bosen belom dipanggil juga deh, eh ternyata yang waiting list itu yg mau nunggu tempat di saung. Kalau kita mau makan di restonya yg duduk di meja boleh langsung cari tempat sendiri. Ealaah tau gitu dari tadi aja. Nggak terlalu ngincer saung jg sih karna kita cuma ber5 (ber6 sama tanaya). Traffic-nya memang lagi rame banget, sampe pelayanannya juga agak lama krn semua waiternya sibuk. Tapi begitu dapet dilayani, servicenya memuaskan kok. Complain-nya cuma 1, kenapa banyak laler ya? mesti ada lilin buat ngusir laler, mungkin krn makanan didominasi sama ikan.
Pesenan kita kali itu gak neko2 : ikan gurame bakar sambel cobek, ikan gurame goreng sambel cobek, sate ayam, cah tauge ikan asin, tahu, tempe. Minumnya teh, es jeruk dan es kelapa. Salah persepsi di sambel cobeknya itu, kirain sambel dikasih di cobek terpisah, gak taunya sekalian di ikannya. Langsung deh korek bagian yg gak kena sambel buat Tanaya :-p
Rasanya : okeee.. not bad lah. Bener kok.
Total yang harus dibayar Rp. 275.000 (plus 6 porsi nasi). Gak terlalu mahal kan ya?
Selesai makan kita main dulu. Fasilitas permainannya banyak banget. Tapi penuuh, maklum hari minggu. Tanaya udah tertarik banget sama istana balon yang guede dan warna warni. ini gak gratis, buat main 1 jam HTMnya 20rb. Setelah itu kita main perahu air di semacam kolam, bayar lagi 25rb buat 2 koin (sekitar 10 menit). Kalau di becak, kita numpang foto aja, becaknya bisa dimainin muter2, tapi bayar lagi 20ribu.
Mainan disini banyak dan bayar semua. Ini bisa dimainin siapa aja yg gak makan di Rumah Air sekalipun, asal bayar permainan. Gitu konsepnya.
Menurut saya sih tempat ini lumayan menghibur, tapi karna masih baru jadi masih kagok juga, lama2 mungkin manajemennya sudah lebih ok.

Lokasinya di Jl. Raya Boulevard CBD, Bogor Nirwana Residence No. STA 000-0240
Telephone: 0251-8200505 dan 0251-8200666 - bersebelahan dengan The Jungle & Hotel Aston Bogor
Review lainnya bisa liat di liburananak.com

Monday, March 28, 2011

Kids Love Disco @ Epicentrum Walk.

Dapet free 'ticket' from Mommiesdaily buat dateng ke acara ini. Seneng karna Rama memang pengen ngajakin Tanaya kesini. Kebetulan deh. Kita mampir sengaja pilih session 2 biar gak panas, eh karna ada kondangan juga sih sebenernya.
Acaranya seru2 aja, selain acara disco buat anak2 itu ada juga bazaar dan playground mini buat anak2. Tanaya rasanya masih terlalu kecil menikmati acara disco-nya ya.. Dia masih lebih memilih untuk main2 sendiri daripada ngikutin kakak MC yang ngajak dance. Mungkin taun depan kalau ada lagi Tanaya udah bisa lbh enjoy. Mama papanya enjoy banget lho kalo ke disco.. Duluuu itu duluuu heu3x.. (eh sekarang jg masih enjoy tp udh jarang aja :-p)
Foto dulu deh di banner acara biar sah ketauan kita dateng atas 'undangan' @kidslovedisco & @mommiesdaily. Terimakasiiihh om & tante...

Banana Chococake

Weekend project minggu ini masih cake dan masih ada buah2annya. Sekarang request dari pemangsa setia saya yang sempet mogok makan hasil karya saya minggu lalu adalah bikin sesuatu dari buah kesukaannya: pisang. Setelah cari2 resep terinspirasi sama resep banana cake yang pisangnya gak dihaluskan. Trus selain itu ada tambahan coklatnya juga. Yang paling dahsyat, resep ini gak perlu ngeluarin mixer karena cuma diaduk aja dan jadi deh! Saya tambahkan susu di resep biar lebih sehat dan creamy.

Bahan :
150 gram gula halus
50 gram brown sugar
3 butir telur
200 gram tepung terigu
50 gram coklat bubuk
125 ml minyak sayur
125 ml susu cair (saya pakai ultra mimi vanilla jd agak manis)
5 gram baking powder
2.5 gram baking soda
1/2 sdt garam
1/2 sdt kayu manis
5 pisang ambon matang yg dipotong kasar
taburan suka suka, gak pake jg gapapa >> almond atau coklat keping

Cara membuat :
Campur rata dengan diaduk pakai spatula semua bahan kecuali pisang. Setelah tercampur rata barulah masukkan potongan pisang dan aduk asal saja sampai semua pisang terbalur adonan.
Panggang di oven 180 derajat 30 menitan (lakukan tes tusuk biar yakin)
Saya taburi almond, kalau mau taburi coklat keping jg ok.
Mudah yaa.. :)

Let's Sing a Song!

Yes, karaoke time..
Weekend kemarin kita ke PP. Rencana awal sih saya mau ikutan talkshow financial di @atamerica tp krn telat akhirnya kita malah main dan makan di sana. Sebelum makan kita ke Amazing World yang ada di lantai 4 (kalo gak salah ya..) Udah 2x Tanaya karaoke-an disini. Ini tempat main anak2 tp di lantai atasnya ada music room yg bisa buat karaoke, ada banyak room-nya. Sekali kita pilih lagu dan nyanyi, kartu kita di-debit Rp 5.900. Lumayan lah, Tanaya kan paling 4-5 lagu udh bosan. Yang lama kita pilih2 lagunya, Tanayanya sih belum bisa nyanyi, yg nyanyi papa sama opa. Tanaya cuma asik ikutan pegang mic aja. Trus kita joget2 jg gak akan malu, kan ruangannya tertutup. Lagu anak2 ada kok: balonku, naik delman, kupu2 dll..
Tapi karaoke disini gak bisa pesen makan & minum ya bahkan kalo gak salah gak bisa bawa makan sama sekali. Tapi ok lah buat yang mau nyanyi2 sama toddler, karna kan gak ada minimal jam-nya, jadi gak rugi kalo gak sampe 1 jam. Fun!

Pic of the Week

Mudah2an ini bukan posting pornoisme & gak di-block, eh tapi nanti kalo Tanaya besar dan liat foto ini dia malu gak ya? hihihi.. ya ntaran kan bisa di-delete toh.. Ini bocah sekarang kalo abis mandi PR banget dah ngajak udahannya, banyak alasan biar gak beranjak dari bak mandi. Kadang menguras emosi jg lho.. Ini sengaja di-arsip-in krn dulu perasaan bak mandi Puku ini luas banget pas Tanaya masih newborn, sekarang udah gak muat dong seluruh badannya dia.
Udah besar kamu Tanaya, gak berasa deh.. udh mau punya adek belum? *lhoooo*

Thursday, March 24, 2011

:'(

Lagi sedih dan patah hati.
Sebenernya gak nyangka juga kalo persoalan ini bisa bikin saya jadi melankolis dan kepikiran gini. Padahal udah mewanti-wanti diri sendiri bahwa ini bukan urusan saya sepenuhnya. Dan saya juga udah ikhlas membiarkan ini terjadi, karena dimana-mana orangtua memang 'tau & mau yang terbaik' untuk anaknya.
Seneng minggu lalu salah satu sahabat saya akhirnya jadi seorang ibu, pastinya mendokan dan berharap anak & ibunya sehat, cepat besar biar bisa main2 sama Tanaya dan kumpul2 bareng gak cuma ibunya aja tp sama anak juga. Ih gak nyangka deh dulu kenalnya masih jomblo semua sekarang udah pada punya baby..
Waktu saya jenguk ke sebuah RS di Jakarta Selatan, saya liat anaknya dikasih minum di botol. Sufor it is. Itu yg bikin saya patah hati. Di hari kedua dimana saya datang itu ternyata udah kesekian kali anak itu minum sufor. Bukannya seharusnya RS menunggu 3 hari untuk memberikan asupan ke bayi selain asi ibunya ya? Dan bukannya RS juga membantu ibu supaya bisa kasih asi ya? Kenapa ini kenapaaaa...?
Permintaan orangtuanya? Saya gak tau. Sahabat saya memang pasrah krn asinya BELUM juga keluar, dan pasrah juga anaknya minum sufor. Nggak ada ya yg bisa dilakukan RS untuk membantu sahabat saya mengusahakan asinya? Kok RS se'elit itu tampak gak support asi sih?
Iya sufor bukan racun iya saya tau.. dan saya jg gak anti sufor. Tapi diberikan sejak hari 1 bayi lahir dan menawarkan pada suaminya dengan alasan 'asi ibunya belum keluar' apa pantas?
Kalau ini dibaca sama teman saya yang sekarang sudah pasrah dengan sufor, maaf beribu-ribu maaf ya bukan mau ikut campur.. saya jg gak tau kenapa hal ini bisa bikin saya sedih & mikirin banget. Saya cuma kecewa yg mungkin gak beralasan dan gak terlalu penting buat dibahas lagi.

@ Playground

Playground Kemang pas ulang tahun Kazuo ke 3. Terima kasih ya Tanaya diundang dan puas main disini. Selamat Ulang tahun Kazuo, best wishes for u!
Foto by : Mas Deviansyah

Mendidik Anak dengan Cinta dan LOGIKA

Ini nih yg ditunggu-tunggu (eh kok PD abis?) Maksudnya ini yang saya janjikan buat ditulis, hasil dari ikutan seminar yg dibuat perkumpulan ibu2 kece dan smart Supermoms Indonesia. Saya ikutan di sessi seminar yang ke dua, dengan tema yang jadi judul tulisan ini. Acaranya hari Sabtu 19 Maret di Sampoerna School of Education Building, dengan pembicara Ibu Elly Risman dari Yayasan Kita & Buah Hati. Kali ini sukses ajak Rama ikutan, daftarnya udh lama dan udah wanti2 ini wajib, huehehe.. jadilah kita berdua, manusia yg gak bisa bangun pagi gerubukan bangun jam 7 biar gak telat ikutan seminar.
Sampe sana udah lumayan rame (rajin-rajin ya), registrasi ulang, dapet goodie bag dan sapa menyapa peserta yang kebetulan ngeh dan kenal di twitter :) Acaranya mulai ontime dan gak banyak basa basi, mungkin karena materinya padat dan hanya ada waktu sampai sekitar jam 1 siang.

Baiklah ini beberapa point yang saya serap pake logika saya dan mudah2an berguna bila mau diterapkan ke anak anak kita dan khusus buat saya ini sebagai rangkuman buat selalu bisa dicontek u/ mengasuh Tanaya dan insyaalah adiknya.

Kita melihat ke diri kita sendiri aja deh ya, apakah kita mau kembali terperangkap dengan pola asuh 'jaman dulu' yang mungkin aja terjadi pada kita akibat didikan orangtua kita yang mungkin mengatas namakan CINTA?
Bila tidak maka kita haris mendidik anak kita dengan TIDAK menggunakan gaya didik HELIKOPTER atau SERSAN PELATIH. Apa itu?
Gaya Helikopter itu ya seperti helikopter yang muter2 di atas kepala tujuannya memberi perlindungan dan sigap bila ada bahaya SOS, menjamin semua akan baik2 aja. Akbatnya : pola ini menjadikan pribadi yang selalu diselamatkan & terjamin, bahkan si kapten (baca:orangtua) tidak tegaan & melupakan bahwa ada konsekuensi yang seharusnya terjadi.
Gaya Sersan Pelatih itu selalu terbawa dengan irama perintah. Misal 'apa mama bilang kan?!' Akibatnya anak didik tdk sempat berfikir krn selalu diambil alih si pelatih dan cenderung gak mau mikir juga.
Patut digaris bawahi kedua gaya ini dilakukan atas nama Cinta itu tadi. Siapa yg mau anaknya sukses di usia dini (kanak-kanak) tapi bermasalah ketika remaja? Bayangin kalau anak hasil pengasuhan sperti itu membangkang ketika SMP/SMA/KULIAH..

Sekarang ayo kita tambahkan LOGIKA disetiap pengasuhan anak kita. Beberapa poin yg termasuk dalam konsep logika, saya jabarkan satu2 menurut Ibu Elly ya..
1. Pikirkan anak itu sebagai pinjaman/titipan Tuhan.
Dengan demikian kita selalu ingat untuk memberinya rejeki yg halal. Dan tolong ya agar penanaman agama kepada anak dilakukan sendiri oleh orang tua, jgn diekspor ke orang lain. Bila tidak mampu, silahkan panggil pemuka agama, tapi orang tua WAJIB ikut belajar bersama anak. Tujuan pendidikan agama adalah agar iman ibadah dan ahlak anak siap sebelum baligh. Karna setelah itu banyak ratjun dunia ibu-ibu..

2. Pengasuhan yang efektif & logika
Ini yang paling penting. Jangan biarkan cinta kita membuat kita mentolerir kesalahan anak. pakai logika, pusatkan pada konsekuensi, setiap kesalahan ada konsekuensi logisnya, bila dilakukan dgn empati menghasilkan pengertian untuk orang tua & anak.

3. Jangan takut (anak kita) gagal.
Apa yg ditakutin sih kalo kita sbg orangtua cemas dan over peduli dgn anak ? jawabnya sebenarnya adalah krn kita sebagai orangtua takut dicap gagal kan? Biarkan anak 'gagal' dalam proses berkembang. Dampingi anak dalam menghadapi masalahnya dan ajarkan dia ke langkah berikutnya yaitu poin 4.

4. Tanggung jawab?
Hindari ini, hindari kata tanggung jawab krn semakin disebutkan semakin tdk dilakukan. Tanggung jawab TIDAK DIAJARKAN tp dicontohkan dan dibuktikan. Proses pencontohan & pembuktiannya adalah dengan membiarkan anak berpikir dan mengambil keputusan sendiri. KASIH PILIHAN dari sejak dia masih kecil. Misal : 'mau pakai baju yang mana nak?' Nggak matching? kata siapa? kata ibunya kan, tp anak senang krn dia dikasih kesempatan. Disini orangtua juga harus ikhas tdk ikut campur dan bersikap membiarkan, kurangi kontrol krn itu akan membuat anak mengontrol kita balik.

5. Proses berikutnya adalah konsep diri.
Disini kita didik anak bahwa apa yg kita katakan tidak selalu sama dgn yg didengar anak. Biarkan anak belajar dr apa yg dia dengar dan rasakan.
Dampingi proses pencapaian konsep diri anak dengan 3 kaki konsep diri yg adalah :
1. Saya dicintai orang sekitar saya
2. Saya yakin saya punya kemampuan
3. Saya mampu mengontrol hidup saya

Demikianlah point dalam mendidik anak dengan cinta dan logika. Tambahan tipsnya adalah ini :
* Buat batasan yang jelas
* 'Thingking words' tidak sama dengan 'Fighting words' >> 'mau apa' vs 'menurut kamu' >> tuntutannya sama tapi reaksinya nanti akan beda.
* Biarkan salah, asal tidak bahaya
* Tekankan kekuatan yang dimiliki anak
* Hindari mengkritik dan melindungi
* Maafkan
* Jangan marah
* Minta ampunkan pada Tuhan
* Bermusyawarahlah dengan anak
* Tutupi aib anak
* Bila salah dikoreksi tapi jangan rusak harga diri
* Bila berhasil hargailah.
Semua point diatas buat saya mudah saat dijadikan teori tapi mungkin belum tentu mulus dalam pelaksanaannya, mudah2an bisa jadi orangtua yang mendekati ideal dalam konsep cinta & logika.
Seperti membaca pikiran saya, Ibu Elly kemudian melanjutkan dengan memberi kesimpulan yang langsung saya catat di kepala: KENALI - LATIH - GUNAKAN. Hehe, iya jangan ikut seminar aja tapi gak diterapkan gitu kali ya maksudnya?
Satu lagi yg saya ingat mendalam dari seminar ini : "Anak yang tidak pernah merasa sakit, tidak pernah akan merasakan enak."

Oiya, ini foto saya dan peserta seminar lain sebelum bubar grak. Terimakasih Ibu Elly Risman untuk seminar yang bikin kita semakin sadar bahwa mengasuh anak gak cukup dengan cinta aja.


Wednesday, March 23, 2011

Kopitiam Oey, Tebet

Mau sharing sedikit dari seminar parenting yang saya ikutin Sabtu kemarin eh malah diselak sama postingan review ini, gapapa ya..
Ceritanya si papa tumben ngajak lunch di luar (bosen kali dia makan itu lagi itu lagi yg biasa nitip ob). Jadilah kita lunch date (ciee..) di seputaran Tebet pastinya. Mumpung masih anget dan masih ada diskon 50% (buat minuman doang sih) akhirnya nyobainlah kita Kopitiam Oey, yang konon katanya milik pakar kuliner Pak Bondan Winarno kan? Iya sih ada fotonya kok di pintu depan.


Suasana pas kita dateng cenderung sepi, mungkin karena udah jam 13.30an juga sih. Disapa ramah sama pelayannya. Ini tempatnya adem dalam arti yang sesungguhnya. Kita kan duduk di area smoking room tp krn ventilasi yang cukup baik sama sekali gak berasa gerah. Melirik menu makanannya dan mendapati banyak pilihan terutama makanan khas Indonesia. Sayang inceran pertama yaitu nasi rames Bonbin yang kata Indri enak, lagi gak tersedia. Akhirmya memutuskan ngikutin saran pelayannya aja. Saya pesen Sego Ireng & Rama pesen Nasi Briani. Tambahan buat berdua tentu saja Roti Sarikaya yg legendaris. Minumnya es teh manis. Makanan dateng gak lama, pertama sego ireng, trus roti sarikaya baru deh nasi briani.

Sego ireng itu nasi item yang didapet dari kluwek, temen makannya pake serundeng, irisan telur dadar, suwiran ayam dan sambel ditata di atas daun pisang. Rasa, hmm.. awalnya agak 'aneh' di lidah krn berharap dapetin rasa gurih di nasi, ternyata kok gak terlalu berasa apa2. Tapi disuapan berikutnya mulai ngerasa paduan pasnya krn dimakan barengan sama serundeng, ayam, telur+sambel. Pas rasa dan pas porsi yang bikin kenyang banget enggak tp kurang jg enggak.
Nasi briani-nya Rama pas dateng kurang menjajikan dari segi kuantitas, huehehe maksudnya kok dikit banget. Ini nih makanan khas India ya (cmiiw) nasi dengan bumbu rempah+kismis+kacang mede dgn lauk kare ayam & kentang. Kasusnya sama nih kata Rama, kalo kita cobain makan nasinya aja mungkin biasa, tp krn paduan kare dan sambelnya jadi maknyus jg.
Roti bakar sarikaya kita santap paling akhir. Tapi disarankan pesen roti ini kalau memang sudah mau dimakan (baru order deh). Kalo nggak dingin aja gitu, kurang nikmat. Menurut kami sih so so aja, krn sarikayanya kurang melimpah, tp rotinya tebal. Jadi makin penasaran sama makanan sejenis yg di Sabang.

Overall, good food with nice ambiance and friendly place to dine in and kongkow. Tadi sih Rama bayar sekitar 80ribuan untuk semua itu, inget minum setengah harga. Rata2 makanannya sekitar 30ribu/porsi, kecuali roti sekian belas ribu.
Kemungkinan kembali lagi sepertinya iya :)

Tuesday, March 22, 2011

Puding Roti+Pisang Siram Keju

Sayang liat sisa cream cheese yg dibuat untuk frosting carrot cake nganggur di kulkas, akhirnya dibuat campuran puding roti aja. Rasanya ya enak, biasanya kan kalo bikin puding roti kejunya cuma pake parutan keju cheddar nah sekarang 'mewah' dikit pake cream cheese..
Kali aja ada yg niat mau bikin ini dari cream cheese yang bukan sisaan, kira2 ini deh bahan2nya :

* 125 gram cream cheese
* gula kastor sesuai selera manis masing2
* 50 gram mentega
* 200 ml susu uht plain atau kalau terlalu kental tambah lg sedikit
* 4 lembar roti tawar dengan kulit, @ lembar potong jadi 4 bentuk segitiga atau bebas lah
* 1 buah pisang ambon/sunpride/cavendish
* kayu manis untuk taburan

Cara Membuat :
* panaskan oven 180 derajat
* atur potongan roti tawar di loyang/loaf sampai menutupi semua bagian, agak mepet2 aja biar lebih tebal jadinya
* atur irisan pisang diatas roti tawar itu
* tutup dengan sisa roti tawar lagi.
* kocok semua bahan selain roti&pisang lalu siram ke susunan roti di loyang, tekan2 sedikit rotinya biar yg atas ikut menyerap siraman tadi + taburi kayu manis
* panggang di oven kurang lebih 20 menitan.

Makannya selagi masih hangat, ini kemarin disantap ber4 juga langsung ludes :)

Monday, March 21, 2011

Carrot Cake w/ Cream Cheese Frosting

Weekend Project minggu lalu adalah bikin Carrot Cake. Saya yang pengen bikin ini, gak pake nanya lagi sama si tukang makan alias suami, ntar kalo dia denger kue yg bahannya aneh gini malah ditolak mentah2. Aneh? ya nggak sih sebenernya tapi ada wortelnya. Kebetulan lagi2 Ira baru bikin carrot cake ini beberapa hari sebelumnya, jadi saya minta dikasih tau resepnya plus nyontek juga dr mommiesdaily. Oiya, bikin ini dibela2in Jumat malem krn hari Sabtu kan pagi2 mau seminar & sorenya Tanaya ada undangan ulangtahun. Akhirnya carrot cake ini jadi menu sarapan Sabtu pagi.
Bikinnya mudah, sedikit pegel marut wortelnya aja sih tapi gak seberapa dibanding makannya, enyaak..!!

Bahan (kata Ira ini resep dr Bogasari Cooking Class) :
250 g Telur (kira-kira 5 telur)
300 g Gula kastor (kemarin saya gula kastornya 200 gram + 100 gram palm sugar)
2 g Garam
5 g Emulsifier
260 g Tepung Segitiga Biru
1 g Baking soda
1 g Baking powder
1 g Cinnamon bubuk
450 g Wortel parut halus (saya pake 2 wortel impor mayan gede yg aslinya ditimbang dr supermarket 420gram aja)
150 g minyak

Cara Membuat :
* kocok dengan kecepatan mixer tinggi gula, telur, garam dan kemudian tambahkan emulsifier
* ayak bahan keringnya (tepung, baking soda, baking powder, cinnamon) dan campurkan ke kocokan dengan mixer rendah.
* tambahkan wortel dengan minyak sampai tercampur rata. Saya tetap pake mixer kecepatan rendah atau kalau mau aduk aja pakai spatula.
* siapkan loyang olesi margarin. Kalau pake loyang bongkar pasang jgn lupa lapisi dengan aluminium foil dl biar gak rembes krn menurut saya ini agak cair adonannya.
* panggang di oven suhu 180-200 derajat sampai matang. Saya sekitar 60 menit.

Untuk cream cheesenya :
* aduk dengan mixer 250 gram cream cheese (suhu ruang) + 80 gram margarin + gula kastor sesuai rasa manis yg dikehendaki + 1 sdm air jeruk lemon (saya skip)
Nanti kalau kuenya sdh matang dan dingin lapisi bagian atas kue dan kalau mau bisa juga belah kue jd 2 dan olesi tengahnya, tutup lagi. Kalau mau atas aja, sepertinya setengah resep dari yg saya tulis untuk cream cheese udh cukup, soalnya sisa banyak kemarin pas saya bikin.

Saya suka banget kuenya, asli enak dan pas lembutnya pake resep ini. Rama ya begitu tau ada wortelnya, makannya jadi ogah2an. Ya terserah aja sih yang penting gak nyesel bikinnya, karena mertua saya doyan.. :)

Tanaya [20months]

Ada yang seru kemarin, saya sempet yakin kalo Tanaya udah 21bulan, ternyata eh ternyata anak ini masih menginjak 20bulan di bulan Maret ini. Sampe diitung ulang bulak balik, yak bener 20bulan! Selamat ulang bulan ya anak cantik yang udah gak bisa diem.. Sehat ya, kan kamu lagi batpil. Dan nanti kita imunisasi MMR ya, udah telat berapa bulan nih, 5 ya..? Bukan lupa sih, bulan lalu kita ditolak buat MMR krn mendahulukan polio, DPT & HiB.
Sekarang Tanaya makin ceriwis dan udah bisa ngambek. Makanya mama papanya dibela2in ikutan seminar parenting "Mendidik Anak dengan Cinta & Logika" di hari Sabtu kemarin, biar gak salah langkah dan kalopun iya, 'dosa'nya masih bisa cepat diperbaiki. Nanti diceritain terpisah ya sedikit sharing dari seminar ini.

kiss & hugs from us, the proud parents,
~papa mama~

Thursday, March 10, 2011

easy-peasy puff pastry (siap pakai)

Ini bukan posting resep ya tp postingan pamer karena berhasil bikin sesuatu dari puff pastry siap pakai :D Udah lama bgt pengen beli puff pastry yang udah jadi trus diolah sendiri. Kalo mesti bikin adonan pastrynya sendiri malessss.. Cuma kok setiap ke supermarket lupa, lebih tepatnya gak tau juga nyarinya dimana dan merk apa. Ternyata merk EDO yg paling populer, dan pas ke supermarket ya memang cuma ada itu satu2nya puff pastry siap pakai. Carinya di bagian frozen food. Sempet dikasih tau kalo Bogasari jg punya sih, tp kemarin gak ada. Mahal nggak? Enggak tuh, harganya gak sampe 18ribu sekotak, bisa dipakai untuk 2 atau 3x bikin sesuatu deh, worthy banget! Sayang gak punya fotonya, coba gugling ya..

Tadi pagi langsung dong gatel pengen dibikin apa ya buat sarapan. Karena gak mau ribet juga bikin pastry yg satuan itu, akhirnya bikin di loyang pie aja. Isinya? Buka keleng salmon spread tambah keju parut deh.
Jadi puff pastry diukur untuk seukuran loyang, tempel di loyang yg udah dikasih margarin. Baru tambah isi sesuka hati (saya salmon itu tadi) trus tutup lagi pake puff pastry (saya iseng nyoba bikin anyaman), oles kuning telur, masukin oven 20-30 menitan.. Voila, itu puff pastrynya mengembang merekah bagus deh.
Puas hatikuuu... gak sabar pengen bikin lain2nya pake puff pastry ini. Dikasih tau link di TUM sama Mira resep2 pake puff pastry, thanks yaa..
http://theurbanmama.com/our-stories/423/variasi-camilan-dengan-puff-pastry-siap-pakai.html

Monday, March 7, 2011

8 things about me

Ini PR dari Della, dan demi berterimakasih untuk award yg dilemparkan ke saya, ya ok lah iseng-iseng mau cerita soal 8 hal tentang saya. Ini cuma buat fun aja, yang saya sendiri gak tau apa penilaian orang sama apa nggak sama yang ditulis disini.
Sebenernya beberapa tahun yang lalu rasanya pernah juga ada permainan seperti ini dan saya ikutan di tag, cuma waktu itu fakta yang diungkap harus 10. Dan barusan waktu baca lagi apa yang saya tulis waktu itu eh kayaknya masih relevan banget sama keadaan saat ini. Berarti eike gak banyak berubah donks.. Mungkin yang sekarang udah dicoret adalah point tidak suka anak kecil -> sekarang udah emak beranak 1, liat anak kecil malah inget anak sendiri dan pengen ngajak main atau minimal say hi lah..

Nah ini yang kepo sama saya silahkan baca2 *GR*

1. Saya orang nya moody bgt dan biasanya selalu berawal di pagi hari. Kalo hati senang mulai dari pagi biasanya seharian akan sangat menyenangkan, tp kalo pagi2 udh BT, susah banget buat cheer up lagi..
2. Jutek. iya saya memang suka mengamati seseorang dan suka menilai dalam hati kira2 orang ini seperti apa ya.. kadang bener kadang salah juga penilaian saya, tp ya gitu deeh.. dan saat mengamati pastinya saya sambil diam. Nah, bukannya tampang manis yg ditunjukkan, tp kejutekan lah yg tampil di wajah tp saya sebenarnya baik hati kok (eh, boleh promosi gak sih?)
3. Waktu kecil saya pemalu bgt dan takut kalo difoto, makanya foto2 pas saya kecil dikit bgt :( nyesel deh sekarang, kok saat saya masih imut2 itu gak terdokumentasikan.. wish i could turn back time. kalo sekarang saya termasuk banci foto.
4. Forgiven not forgotten. itu masih jd tagline saya.. saya gampang maapin orang tp susah bgt bisa ngelupain hal yg bikin nyesek itu. akibatnya tanpa sengaja suka keungkit lagi.. eh bikin masalah baru lg deh.. cape jg kalo hal yg sama suka berulang krn sayanya yg belom ikhlas pdhl udh memaafkan.
5. Lagi belajar bisa ber-make up, krn suami pingin setidaknya muka saya gak polos2 bgt. Niat bernatural ria dibilang kayak ART :( - awas yg kalosaya make up'an dibilang kayak tante2!
6. Suka belanja tapi ke hypermarket, bahkan ke pasar tradisional. Enjoy aja ke tempat ini, bahkan lebih menarik drpd nge-mall.. asal gak rame2 bgt kayak mo lebaranan ya.. males jg kalo liat orang semua. Saya menikmati mendorong trolley.
7. Baru belajar masak dan bikin kue. Ini hobi dari dulu tapi baru aja punya waktu pas udah jadi emak2. Ya dulu kan kalo weekend manalah gaya sih kalo masuk dapur, seringnya hang out gitu lho.. *halah*
8. Pingin hamil lagi, tapi masih ragu2. Jadi ya maju mundur. Suami sih pinginnya taun depan aja tapi kelamaan gak ya, iya kalo langsung jadi.. eaa kok malah curhat! Untuk poin ini ya wait and see aja deh, santai tapi ngarep dikasih di waktu yg tepat, amin.

Sip, udah 8, jadi tugas sudah dilaksanakan, dan satu lagi adalah melanjutan perjalanan awarding ini ke yang lain. Mesti tunjuk 8 orang untuk melakukan hal yang sama.. Boleh ya saya 'lempar' ke : CichaZakir, Nisha, MithaHilal, MiraKanaka, BunCit, DianSigit, Indri, dan Della lagi..

Thank you! *lambai2 ala miss universe* :)

Nutella Oatmeal Cake

(ini fotonya buru2 karena pas udah jadi langsung ke kantor, udah telat)

Ini dia kue ulangtahunnya Opa, ini kue2an sih karna ceritanya beberapa hari sebelum ulangtahun, saya nguping Opa ngobrol sama Tanaya, katanya nanti kalo Opa ulangtahun mau tiup lilin sama2. Wah si Opa ngajakin cucunya tiup lilin emang ada kuenya? Pesen? Gampangnya sih gitu, tp saya pikir karna gak ada acara special gimana kl bikin aja, toh kalo kuenya yg dibikin gak sukses gak malu2 amat, yg penting kan ada tiup lilinnya.. maklum amatir :-p
Resep ini aslinya Chocolate Oatmeal Cupcake saya pilih resep dr blog ini, trus karena gak punya loyang cupcake sampe dibelain beli di pasar Tebet sehari sebelumnya beli yang 12 cup. Pas dicoba dimasukin ke oven listrik yg imut2, dweeeng.. gak muat dong! Gak muatnya itu ngenes bgt cm kelebihan 1/2 cm aja, tp tetep gak bisa masuk. Mo gimana lagi, walau bisa dituker tp kan saya butuh saat itu juga. Akhirnya rencana berubah gak jadi bikin cupcakes tp bikin cake aja lah di loaf biasa. Jadinya malah gak ribet pas kita bawa ke Telaga Sampireun. Rasanya enak juga, karna bahannya coklat semua plus nutella, jaminan mutu lah ya. Ini jenis cake yang 'basah' alias bukan kayak bolu atau sponge cake, jadinya kalo ditaro kulkas malah lbh enak, tetep lembut & moist.
Bahan :
* 60 gram quick oatmeal
* 250 ml susu uht coklat (saya sempet nambahin dikit pas udah campur terigu, mungkin total jd 300 ml)
* 100 gram gula pasir
* 100 gram gula palem
* 120 gram butter suhu ruang
* 2 butir telur
* 110 gram terigu all purpose/protein sedang
* 1 sdt baking powder
* 1 sdt pasta coklat
* 20 gram coklat bubuk
* 100 gram coklat chips
* nutella

Cara Membuat :
* panaskan susu coklat sampai mau mendidih lalu matikan, masukkan oatmeal aduk sebentar lalu sisihkan dulu.
* kocok dengan mixer gula pasir, gula palem dan butter sampai lembut lalu tambahkan telur kocok rata lagi.
* tergu, baking powder dan coklat bubuk ayak dan campurkan ke kocokan tadi sampai tercampur baik dan gak menggumpal.
* masukkan oatmeal dan susu, aduk rata.
* tambahkan coklat chips dan 2 sdm nutella, aduk rata pakai spatula.
* siapkan loyang yang sudah dioles margarin dan panaskan oven 180 derajat
* tuang ke loyang dan baking 30-45 menit (kl bikin cupcake di resep bakingnya 25 menit aja)
* jadi deh, dinginkan dulu baru kemudian dioles sesuka hati pakai nutella.

Rasanya nyoklat banget, saya masih kepingin bikin lagi dgn versi cupcake.. soalnya loyang yg kegedean udah dituker sama 2 buah loyang yg isi 8 cup :D

Friday, March 4, 2011

Ulang Tahun Opa @Telaga Sampireun, Bintaro

3 Maret 2011, Opa ulang tahun ke 62.. alhamdulillah, semoga selalu sehat dan bahagia ya.. :) Kalau ingat tahun lalu, pas di ulang tahun Opa tahun 2010 kita ngerayain ulang tahun sekaligus pengajian untuk keberhasilan operasi jantung Opa besok harinya. Allah baik banget, operasi berhasil dan Opa sehat sampai saat ini.
Tahun ini, untuk syukuran kecil dan merayakan ulang tahun Opa kita makan bareng di Telaga Sampireun yang adanya di Bintaro, gak jauh dari Pintu Tol Pondok Aren, atau kalo gak salah ini sektor 9 deh. Sengaja di Bintaro biar Timy yg berumur 4 bulan, anaknya adek saya bisa ikutan, maksudnya biar dijemput sama mama papanya pulang kantor dan gak terlalu jauh kumpulnya. Maklum kemarin kan weekdays, macet dimana2. Akhirnya ya kita yang ke Bintaro, lewat tol JORR dan gak kena macet, sampe deh.

Tempat makan khas makanan Sunda ini kalo gak salah artinya pinggiran telaga, iya krn makannya di saung2 di pinggir danau. Ada juga sih hall nya yang bisa makan di meja kayak resto biasa, tp lebih seru yang saung dong, lebih akrab. Biarpun hari kamis, tempatnya rame juga, kami pun sempet nunggu sampe ada saung yang kosong. Semua saungnya private alias terpisah dengan tamu lainnya, kami dapat saung yang besarnya sedang, muat untuk sekitar 10-12 orang. Walaupun di saung tapi dilengkapi AC jadi kalau mau pake AC bisa ditutup pintu kacanya. Mungkin ini bermanfaat kalau siang & panas ya.. kemarin krn malam kita gak pake, sengaja buka pintu kaca dan langsung ketemu sama dek yg menghadap ke telaga. Ati2 yang punya anak kecil, karena gak ada pengamannya langsung ke air. Suasana Talaga Sampireun kalau malam cukup meriah krn banyak lampu2 yg warnanya kekuningan. Eh ternyata ada playground untuk anak2 yang lumayan lega, Tanaya dapet hiburan gratis deh. Iya gratis kalau weekdays, kalo weekend untuk main disini pake HTM 10ribu/anak. Ada juga mainan mobil2an dari aki yang bisa disewa untuk muterin playground ini, tp Tanaya belom bisalah nyetir mobil2an gitu.
Makanannya lumayan kok, walau gak terlalu special tp cukup bervariasi. Yang kita pesen sih standar aja krn sebagian keluarga gak makan seafood. Jadinya pesen ikan gurame (ada gurame terbang alias goreng kering & gurame bumbu mangga muda), ayam goreng, gepuk, tahu, tempe, lalap, pete juga pesen, kangkung terasi - tauco & terong pasundan, nasi putih dan nasi merah. Sayangnya semua gak include sambel, belilah sambel terasi, sambel oncom dan sambel merem melek khas Telaga Sampireun yg harganya 6ribuan, itu 1 porsi bisa diabisin sama 1 orang, jadi coba hitung 12 orang x 6rb = 72rb buat sambel doang (peritungan.com). Minumannya kayaknya cuma pesen es kelapa, es jeruk & teh.
Berapa total kerusakannya? 713 ribu udh incld 10% tax. Mahal atau murah itu? kami ber 12 lho.. Kalau saya liat harga makananya cukup masuk akal, yang agak mahal itu harga minumannya, contoh: es jeruk seharga 19ribu. Overall okelah, kita makan disini sekalian beli suasana juga sih. Oya, pelayanannya baik, cepat dan ramah.

Makan2 ulangtahun gak afdol kalo gak pake tiup lilin. Horee.. Opa seneng banget tiup lilin ditemenin sama oma & 2 orang cucunya. Kuenya saya yg bikin lho, bikin kilat sebelum ngantor, rencana mo buat cupcakes akhirnya gagal. Nanti terpisah deh ceritanya.

happy birthday dear opa, sehat2 selalu ya..

Wednesday, March 2, 2011

Fussili Schotel

Akhirmya internet sembuh juga, bisa posting prakarya dapur weekend kemarin. Saya bikin Fusilli Schotel. Pilihan ini sebenarnya krn dititipin sama Oma untuk bikin makanan untuk anaknya tetangga sebelah rumah yang mau pindah. Resepnya dari macaroni schotel yg paling simpel (ssst, tanggal tua soalnya), jd gak pake krim putih dan pake cornet aja. Untuk bikin agak beda pastanya saya ganti fusilli, iseng aja sih. 1 resep ini ternyata bisa dpt 1 pyrex besar dan 1 yg sedang.

Bahan :
* 500 gram fusilli
* 1 liter UHT plain (bisa dicoba pake 1:3 susu evaporated - pasti lbh gurih)
* 1 kaleng cornet (lbh disarankan pake daging giling)
* 1 pack sosis bockwurst-nya dsosis bulaf
* keju cheddar di potong kotak2 kecil sesukanya (diparut jg boleh)
* keju tua/edam sesukanya
* 1 buah bawang bombay yg besarnya sedang
* 2 sdm tepung terigu larutkan di air (bisa di skip, ini hanya utk bikin lbh padat)
* minyak goreng & margarin utk menumis
* bumbu : garam, kaldu bubuk penyedap, merica, pala, oregano

Cara membuat :

* rebus fusilli di air mendidih dgn sedikit garam dan minyak goreng sampai 3/4 matang
* bawang bombay iris, sosis juga, kalau kornet di keluarkan dr kalengnya di wadah dan sedikit dihancurkan biar gak gumpal
* tumis dgn minyak goreng & margarin: bawang bombay sampai layu lalu sosis, tambahkan sedikit dulu susu, tambahkan terigu cair aduk2 baru tambahkan lagi semua susu.
* bumbuin dulu sampai sesuai selera baru masukkan fusilli dan keju.
* biarkan tercampur merata dan matikan api.
* nah ini ada tips dr nyokap, kalo pake daging giling dagingnya ditumis berbarengan sosis. Tp kl pake kornet gini caranya: pas sudah api mati ambil pake garpu kornet dan ceplok2 aja di beberapa bagian, aduk pelan2 tp gak usah sampe ancur & merata krn nanti warnanya jd keruh.
* panaskan oven 180 derajat, olesi pyrex pake magarin dan tuang fusilli baru taburi dengan parutan keju cheddar.
* panggang sekitar 30 sampai 45 menit. pake api bawah dulu kalo dirasa udh cukup baru tambah api atas. 10 menitan sampai kekuningan.

Sikat deh... eh kirim ke tetangga maksudnya. Pyrex berikutnya baru buat dimakan sendiri :)

{HITS}

HTML Hit Counter