Saya gak mau sih disebut ASINazi, yang mengkampanyekan kebaikan ASI dengan tidak pake etika atau menjelekan yang tidak bisa/tidak mau memberkan ASI. Mudah2an jangan sampai kebablasan. Saya masih berpikiran kalau semua berpulang kepada orangtua masing, Saya cuma concern agar para orangtua mengerti dulu apa pentingnya ASI dan mencobanya. Setelah itu semua kembali kepada keyakinan masing2 dan 'kenyataan' apakah kita mampu menyusui/tidak. Jadi kalau di timeline twitter saya dalam sehari ada 1 atau 2 yang menyinggung soal ASI, anggaplah itu bagian dari kampanye kecil saya, tapi kalo dengan ini disinisin jg, ya gapapa saya terima.. *nunduk* Biasanyanya sih memang yang bersuara lantang soal ASI kepada ibu yg baru melahirkan suka dianggap mau ikut campur, kalo buat saya niatnya bukan itu tp memotivasi untuk memberikan ASI.
Hari ini di Manhattan Hotel ada seminar tentang Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi. Saya baca di media elektronik beberapa point yang dibahas cukup menarik dan layak untuk di-share lagi. Saya mau coba rangkum ya.. (via detikhealth)
* Kandungan dari susu manusia dan susu sapi itu berbeda. Pada susu sapi kadar proteinnya lebih tinggi yaitu 3,4 persen, sedangkan susu manusia hanya 0,9 persen. Kadar laktosa di dalam susu manusia lebih besar yaitu 7 persen sedangkan di dalam susu sapi sebesar 4,8 persen.
* Laktosa sangat penting dalam proses pembentukan myelin otak. Myelin ini berfungsi untuk mengantarkan rangsangan yang diterima oleh bayi. Saat menyusu rangsangan yang diterima oleh si kecil seperti mencium bau ibunya serta mendengar dan merasakan napas sang ibu.
* Sedangkan pada susu sapi kandungan yang paling tingginya adalah protein yang berfungsi membantu pembentukan otot karena sapi memang membutuhkan otot yang kuat seperti untuk bergerak atau membajak sawah.
* Laktosa yang tinggi pada bayi yang baru lahir kadang bisa menyebabkan diare, tapi kondisi ini merupakan suatu hal yang normal atau fisiologis sehingga ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI. Jika diare disebabkan oleh fisiologis, maka berat badannya tidak akan turun. Jadi selama berat badannya tidak berkurang, ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI dan normalnya bayi bisa buang air besar sebanyak 10-15 kali sehari.
* Manfaat lain dari ASI yang tidak didapatkan dari susu formula adalah kandungan kolostrum yang keluar di awal-awal menyusu. Kolostrum yang keluar saat bayi menyusu mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI.
* Keberhasilan ibu menyusui untuk terus memberikan ASI pada bayinya sangat ditentukan oleh dukungan dari suami, keluarga, petugas kesehatan, masyarakat serta lingkungan kerjanya.
"Menyusui merupakan suatu proses keseimbangan yang melibatkan tiga orang yaitu ibu, bayi dan ayahnya. Karena itu peran ayah sangat berarti dalam hal keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan atau sampai 2 tahun," ujar dr Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC.
Karena itu dr Utami menuturkan bahwa seorang ayah juga punya power (kekuatan) untuk menyehatkan anaknya dan berperan dalam proses menyusui (breastfeeding father).
* "Diperkirakan setiap jam ada 17 bayi yang meninggal dan ini sangat memprihatikan. Angka-angka ini bukan sekedar statistik semata tapi menunjukkan nyawa yang sebenarnya bisa diselamatkan." ujar dr Budiharja. Kondisi ini bisa dihindari dan dicegah, salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif. Karena itu dr Budiharja menambahkan bahwa ASI eksklusif bukan main-main dan betul-betul bisa mengurangi kematian bayi secara bermakna.
* Hambatan yang dihadapi dalam pemberian ASI eksklusif ini adalah maraknya promosi dari susu formula sehingga promosi ASI ini masih kalah jauh, serta kurangnya fasilitas bagi ibu yang bekerja untuk menyusui atau memerah ASInya.
* Lagi-lagi pemberian ASI bukan hanya persoalan kaum perempuan saja, tapi laki-laki juga memiliki peran dan bisa memberikan spirit sebagai agen perubahan (agent of change).
Mudah2an beberapa point ini bisa membuat setiap ibu tergerak hatinya untuk mau memberikan ASI. Saat ini di data yang tercatat, baru 15,3% bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif (6 bulan pertama). Bagi ibu (dan bapak) yang dengan berbagai alasan gagal dalam pengalamannya memberi ASI, jangan patah semangat (untuk anak selanjutnya dong :-p) dan gak akan ada alasan kami yang kebetulan bisa memberikan ASI memusuhi kalian. Sama aja anak yg krn satu hal terpaksa minum sufor dgn anak ASI, sama2 akan cape ngejarnya kalo udah bisa lari *fiuh* Dalam hal lain, pasti ada yang kalian lebih baik & lebih beruntung.
Meminjam quote Moza Pramita : yuk coba me-marketing-kan ASI, imbalannya? Kepuasan luar biasa.* Kandungan dari susu manusia dan susu sapi itu berbeda. Pada susu sapi kadar proteinnya lebih tinggi yaitu 3,4 persen, sedangkan susu manusia hanya 0,9 persen. Kadar laktosa di dalam susu manusia lebih besar yaitu 7 persen sedangkan di dalam susu sapi sebesar 4,8 persen.
* Laktosa sangat penting dalam proses pembentukan myelin otak. Myelin ini berfungsi untuk mengantarkan rangsangan yang diterima oleh bayi. Saat menyusu rangsangan yang diterima oleh si kecil seperti mencium bau ibunya serta mendengar dan merasakan napas sang ibu.
* Sedangkan pada susu sapi kandungan yang paling tingginya adalah protein yang berfungsi membantu pembentukan otot karena sapi memang membutuhkan otot yang kuat seperti untuk bergerak atau membajak sawah.
* Laktosa yang tinggi pada bayi yang baru lahir kadang bisa menyebabkan diare, tapi kondisi ini merupakan suatu hal yang normal atau fisiologis sehingga ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI. Jika diare disebabkan oleh fisiologis, maka berat badannya tidak akan turun. Jadi selama berat badannya tidak berkurang, ibu tidak perlu menghentikan pemberian ASI dan normalnya bayi bisa buang air besar sebanyak 10-15 kali sehari.
* Manfaat lain dari ASI yang tidak didapatkan dari susu formula adalah kandungan kolostrum yang keluar di awal-awal menyusu. Kolostrum yang keluar saat bayi menyusu mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI.
* Keberhasilan ibu menyusui untuk terus memberikan ASI pada bayinya sangat ditentukan oleh dukungan dari suami, keluarga, petugas kesehatan, masyarakat serta lingkungan kerjanya.
"Menyusui merupakan suatu proses keseimbangan yang melibatkan tiga orang yaitu ibu, bayi dan ayahnya. Karena itu peran ayah sangat berarti dalam hal keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan atau sampai 2 tahun," ujar dr Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC.
Karena itu dr Utami menuturkan bahwa seorang ayah juga punya power (kekuatan) untuk menyehatkan anaknya dan berperan dalam proses menyusui (breastfeeding father).
* "Diperkirakan setiap jam ada 17 bayi yang meninggal dan ini sangat memprihatikan. Angka-angka ini bukan sekedar statistik semata tapi menunjukkan nyawa yang sebenarnya bisa diselamatkan." ujar dr Budiharja. Kondisi ini bisa dihindari dan dicegah, salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif. Karena itu dr Budiharja menambahkan bahwa ASI eksklusif bukan main-main dan betul-betul bisa mengurangi kematian bayi secara bermakna.
* Hambatan yang dihadapi dalam pemberian ASI eksklusif ini adalah maraknya promosi dari susu formula sehingga promosi ASI ini masih kalah jauh, serta kurangnya fasilitas bagi ibu yang bekerja untuk menyusui atau memerah ASInya.
* Lagi-lagi pemberian ASI bukan hanya persoalan kaum perempuan saja, tapi laki-laki juga memiliki peran dan bisa memberikan spirit sebagai agen perubahan (agent of change).
Mudah2an beberapa point ini bisa membuat setiap ibu tergerak hatinya untuk mau memberikan ASI. Saat ini di data yang tercatat, baru 15,3% bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif (6 bulan pertama). Bagi ibu (dan bapak) yang dengan berbagai alasan gagal dalam pengalamannya memberi ASI, jangan patah semangat (untuk anak selanjutnya dong :-p) dan gak akan ada alasan kami yang kebetulan bisa memberikan ASI memusuhi kalian. Sama aja anak yg krn satu hal terpaksa minum sufor dgn anak ASI, sama2 akan cape ngejarnya kalo udah bisa lari *fiuh* Dalam hal lain, pasti ada yang kalian lebih baik & lebih beruntung.
pic taken from here.





















